Kamis, 05 Desember 2013

Pantun Cinta Romantis



pantun cinta

jalan-jalan keliling dunia
cuma untuk beli akuarium
yg amat membuatku bahagia,
waktu melihatmu tersenyum

makan sepiring berdua,
bagai cinta yang setia,
pusingku pulih tiba-tiba,
dikarenakan kau obati dengan salam sapa

mentari tidak pernah keluar,
dikarenakan lagi tengah gerimis,
dikarenakan watakmu amat sabar,
bikin cintaku untukmu tidak dapat habis

buah rambutan kulitnya berbulu,
bila merah tandanya masak,
bila bener-bener cinta berikan kepenghulu,
jangan sampai hanya dibibir doang

meskipun cuma buah jambu
tetapi ini dapat diramu
walaupun jarang ketemu
cintaku cuma untukmu

Jalan-jalan ke samarinda
Tidak lupa bawa bambu
Makin lama makin bahagia
Lihat kamu berkerudung ungu
Kalau mau menanam tebu
Tanamlah di dekat pohon jambu
Kalau kau cinta padaku
Bilang saja I LOVE U

Makan roti minumnya susu
Susunya di campur madu
Walaupun tadi kita udah ketemu
Tapi hatiku masih terasa rindu
Aku sedang minum jamu
Minum di bawah pohon jambu
Aku tak mau kehilangan kamu
Karna ku sangat mencintaimu

Pagi pagi udah sarapan
Lauknya ikan teri
Met pagi aku ucapkan
Untukmu kekasih hati
Pulang belanja dari pasar baru
Tidak lupa beli kacang
Neng cantik yang menunggu
Awal bulan kita tunangan

Sore-sore makan sekoteng
Belanjanya di pasar baru
Abang sayang yang ganteng
Neng disini sudah menunggu
Kalau Cinta Ya Bilang Cinta
Kalau Sayang Ya Bilang Sayang
Jangan Ditunda Tunda
Nanti Di Ambil Orang

Kemanapun kaki melangkah
Aku selalu mengurai doa
Kemanapun cinta merambah
Aku selalu mengurai setia
Malam Senin ada tamu
Masuk rumah pake sepatu
Kalo adek mau jadi Pacarku
Alhamdulillah yah sesuatu

Hati senang diundang pesta
Sahabat lama yang sedang dinanti
Apakah ini artinya cinta
Jika tanpa tulus di hati

meskipun saya udah kenyang
terus mesti minum jamu
wanita yang ku sayang
bolehkah saya bertamu

jalan-jalan ke kota paris
banyak tempat tinggal berbaris-baris
supaya mati diujung keris
asal bisa dinda yang manis

ke cimanggis beli kopiah
kopiah indah kan kau dapati
demikian banyak gadis yang singgah
cuma dinda yang memikat hati

anak-anak membawa tas,
membawa tas pergi sekolah,
sayang, selamat beraktifitas,
serta semoga bisa rezeki barokah

dikarenakan anda tetap jujur,
bikin hatiku jadi tambah sayang,
sayang, sehabis sholat dhuhur,
kuucapkan mat makan siang

Puisi Reliji


ASAKU
Oleh Wahyudin

Kepadamu kubawa secuil asa
asa yang terus membelenggu jiwa
jiwa yang terus meronta-ronta
karna egoku yang tak pernah berakhir sudah...

Kuhanya bisa menangis di kesunyian malam
menangis tanpa deraian air mata
meratapi perjalanan.........
dalam lembaran hariku.

Biar kukabarkan resah ini
pada semilir angin malam
agar mengirimkannya pada sang Ilahi Rabbi.

BANGKIT
Oleh Hasan Basri

Sapu Lidi Nancap ke Bumi
Dalam Tiga Hempasan Meleleh Bongkahan Karang
Daun Berguguran Berserakan, 
Ambil Satu diantara yang Panjang
Jadikan Kalam
Dibawah Kening Atas Alis
Tulis Lam-Alif
Mengalir Bersama Rasa Dalam Jiwa
Luluh Bersatulah
Rendam Hurufmu
Sebelum Mentari Meninggalkanmu
Pelitamu Redup Terseret Waktu
SuaramuTak Lagi Memecahkan Kaca
Hingga Kata Demi Kata Tak Punya Makna Apa-apa
Katamu Hanya Suara
Hatimu Tidak Lebih Segumpal Darah Biru Rapuh Terbelenggu
Sikapmu Bermuara Pada Duka Dan Nestapa
Bangkit, Maka Bangkitlah
Mendekatlah,
Padukan Unsur Batinmu
Pancarkan Dan Genggamlah
Bersama Pusar Angin Terbanglah
Lihat, Tengoklah
Lempengan Celah Nafas
Riak Hati Bagian Kiri Paling Kanan
Ada Sehelai Sel Modulasi Sistem
Putih Bersih Mewangi
Pekat Gelap Berkarat
Tidak di Timur dan Tidak Pula di Barat
Adalah Rahasia Yang Mesti Dipecahkan
Langit Masih Sanggup Menggenggam Bebanmu
Mendengar Ceritamu
Tangismu Mengguyur Waktu
Mengalir Sunyi Disepanjang Malam dan Siang Hari
Kabarkan...
Pada Awan, Bintang Gemintang, Matahari dan Rembulan
Diatas Hamparan Tanah Bebatuan
Rukuk dan Sujutlah
Hanya Beriman Kepada Allah
Jalan Satu-satunya
Melepaskan Diri dan Berpasrah pada Segala Kehendak-Nya
Pada Ketiak Bumi
Sisipkan Asa Yang Ada
Senyumlah...
Kini Saatnya Takkan Pernah Lagi Ada Air Mata Sia-sia,
Percuma..................


SIAPA YANG TAU
Oleh VDJ

Siapa yang tau
Kapan kita ada
Dalam rahimnya
Tumbuh dan berkembang

Siapa yang tau
Kapan kita akan hadir
Berkumpul bersama
Menangis dan tartawa

Dan siapa yang tau
Kapan kita harus pergi
Setelah menjalani kehidupan ini
Hanya Dia, Tuhan yang Maha Tau.


NYAMUK YANG RAJIN
Oleh Miftachur Rosyad

Tepatnya pukul 00:31 mungkin juga lebih
Terbangun aku karena sedih
Padahal seharian aku letih
Tak juga aku banyak bertasbih
Hanya banyak kubermimpi
Meski tanpa tradisi ilusi
Kutak melihat tapi bisa mengerti
Malam ini ada yang terjadi
Ya !!! suara ini................
Bukan...bukan suara hati
Bukan pula syair puisi
Apalagi menanti kekasih hati
Mulai kubuka mata ini
Ada yang lama mengintai
Atas bawah kanan dan kiri
Beberapa ekor nyamuk mulai beraksi
Oooh...mereka menyerangku kini
Ingin kupukul sampai mati !!!
Namun mulai kunikmati gigitan ini
Karena kumengerti mereka rajin sekali
Mereka tak kenal letih

UNTAIAN TAKDIR
Oleh Zaenal Arifin

Tatkala sang surya telah tercampakkan..
Desir hawa malam mulai menyapa..
Gundah sang lajang makin bertambah..
Karna kepastian hati perlahan meredup..
Terlalu redup..hingga bayang-bayangpun terlalu takut..

Apakah cinta hanya milik kaum berada..
Sehingga jelata tak ingin menyapa cinta..
Engkau Yang Maha cinta tak pernah menyiratkan..
Bagaimana kelak seorang insan akan berpadu dengan sangat rapat..
Bagaimana akan berjaya dengan sangat kuat..

Andai hati bisa menentukan dan meraba..
Dengan siapa..seberapa jaya ia kelak..
Andai dia tahu...
Pasti tak akan ada orang yang akan menyembahMu.. 
Sombong..angkuh...tak sadar darimana ia bermula..

Semoga kami slalu diberi kepasrahan padaMu..
Pemilik cinta..pemilik takdir yang maha sempurna...
Tak akan berpaling dariMu..
Sampai akhir nafas yang terhembus..


PEMAKAMAN LAUT
Oleh Rachmadiar Perdana

Disela-sela keping-keping kapal karam
Sisa-sisa badai tadi malam
Berserakan mayat-mayat tak bertuan
bergerak-gerak dibuaikan ombak
jasad-jasad tanpa jiwa,
jasad-jasad tanpa nyawa
bergeletakan tanpa makna

Desir ombak bergulung bersuara gemuruh
Seakan menjadi tangis duka haru pilu
Meraung-raung gelisah,
meraung-raung gundah
akan mayat-mayat yang terkapar di atas pasir

Burung-burung camar seakan berduka
berputar-putar di atas lautan
di angkasa yang tinggi dan biru
memimpin prosesi pemakaman ini

Lalu, biarkanlah karang-karang itu menjadi nisan
Nisan yang selamanya akan menandai kematian ini
Kematian yang kita tak tahu kapan akan tiba
dimana akan tiba
dan bagaimana akan tiba

Inilah pemakaman laut
yang tidak mengharukan
namun penuh kesedihan
yang tidak memilukan
namun penuh rasa duka




MEMINTA AMPUN
Oleh Bambang Pramuji

Ku melangkah pada jalan yang semestinya
berjalan dengan bawaan penuh banyak dosa
melangkah diiringi dengan tetesan air mata 
setiap langkah demi langkah membawa dosa

Ku melangkah pada suatu tempat 
pada suatu tempat yang suci dan indah
tempat umat tuhan yang satu 
tempat dimana manusia bersujud kepada tuhan yang ESA

Ku basuh telapak tangan ini semoga yang aku pegang benar
ku basuh mulut ini semoga omongan selalu terjaga
ku basuh hidung ini semoga apa yang ku cium tak menyakiti
ku basuh muka ini semoga pandangan terjaga dengan baik

Ku basuh tangan ini semoga ayunan tangan kepada jalan yang baik
ku basuh telingga ini semoga terjaga dari pendengaran yang menyesatkan
ku basuh rambut ini semoga menjaga ke sucian dari semua tubuh
ku basuh kaki ini semoga langkah kaki ini kepada jalan yang benar 

Aku menjalani ritual apa yang telah kau ajarkan
besujud dan meminta ampun kepada mu
ku ulangi sujud ku hanya untuk meminta ampun kepada mu
dan berdoa dan meminta ampun kepada mu

Ku harap setelah itu aku bisa kambali seperti bayi
yang suci tanpa ada dosa yang ku bawa
ku harap peyakit hati ini bisa hilang 
yang tak berbekas sama sekali...


YANG ABADI ADALAH
Oleh Suhandi

Kutahu
semua kan berakhir
seperti daun 
di musim kering

Kutahu
semua kan berlalu
seperti kapas
terbakar api

Yang abadi adalah waktu
bila hati kita satu
dalam percaya
dan tak ada ragu

Jalan panjang 
terjal penuh liku
kan mampu kita tempuh
sebab yang abadi
adalah waktu...


DUKAKU TERHAMPAR DI ATAS SAJADAH
Oleh Afif Natsir

Dalam sujud panjangku
kuluahkan segenap duka yg mendera bathinku
melepas segala penat jiwa yang beku

Butiran bening meleleh di kelopak mata sendu
diseling isak tangis yg membahana
menggetarkan dada yg sesak berkabut dosa
hingga usai malam menepis kelam

Detak waktu seakan terhenti
saat kutemukan secercah damai diantara sesak nafas yg kian menderu
mengalirkan kesejukan di setiap aliran darah
membuat detak jantungku seakan terhenti ..

Di atas sajadah biru
kuhamparkan sejuta asa
semoga beban duka segera usai...



GORES HITAM
Oleh Elsa Dewandha

Dahulu aku bagai kertas putih
Jiwaku, pikirku, harapku semua benar-benar putih
Waktupun berjalan
Kini, aku telah tertikam oleh dosa
Aku telah berubah menjadi hitam
Hitam atas dosa.

Dalam sepi, aku melihat merah diantara hitam
Jiwaku seakan marah, bila ragaku menyentuh dosa
Hatiku seakan merah berani menanatang sang Hitam.

Aku bersandar pada Sang Hitam
Ragaku didunia tapi tidak dengan Jiwaku
Bila matahari telah bersembunyi
Wangi kembang seakan menangis
Saat cerita hidupku telah usai
Aku hanya bisa tertunduk.

Sesal kurasakan, 
Mengapa hidupku dulu kulewati dengan gores hutam dosa
Dan kini, aku tak memiliki apapun
Terbalut kain, bertabur dosa
Nyanyian Gagak hitam yang menyayat

Sepi,Hitam,Mencekam
Kini hidup dan ceritaku akan terkubur dalam
Pada asalku hidup
Tanah. Tanah yang gelap...



Puisi Motivasi


DILEMA
Oleh Sufiandy

Relung-relung duniaku tumpang tindih umpama serumpun bambu
satu terkait lain beradu.
Kutarik terbayangkan tersayat sembilu.
Andaikan ombak mendayung perahu ketepi jauh tergulung gelombang laut nan biru
Tertangkap badai ku temani angin menderu.

Dalam basah-basah terciprat air laut dan embun, 
Dalam sunyi dan perlahan-lahan laju perahu, 
Dalam isak serta tetesan air sendu.
Ku dengar angin dan ikan kabarkan sesal mengadu.
Ku dengar tangis dan sesal mereka,

Tengadah kuperhatikan bulan dan bintang kulihat mereka duka.
Dalam angan yang terkubur dilema dan terhimpit dua sisi problema.
Aku harus bernyanyi dan katakan aku bisa. 
Sepercik kain dan untaian benang
Ku rajut jadikan tirai penutup sisi gelap dan awan hitam..














AYOLAH
Oleh Sherli Damara Pratiwi

Memijak bumi yang terus berotasi
Untuk menguak segala misteri Illahi
Menuntut diri tuk slalu berperang
Untuk meraih bendera kemenangan

Mengukir prestasi di pohon cinta
Untuk semua orang terkasih
Demi menghiasi bibir mereka
Dengan senyum bangga

Semerbak wangi bunga melati
Mengharum suci lengkapi langkah
Hamparan ladang lurus membentang
Akhirnya tropi itu terpegang

Sukses diri tecapai sudah
Tinggallah syukur puji Illahi
Yang melantun khidmat
Dari hati bersih terdalam...













MIMPIKU
Oleh Putri Anzali R

Suatu saat nanti.......
Aku ingin jadi orang sukses....
Aku berjanji akan meraih mimpi ini.......
Walaupun aku terjatuh sekalipun........

Aku akan bangun saat aku terjatuh........
Aku akan berdiri walau badai menerpa......
Aku akan semangat walau semua mengalah.....
Aku adalah aku yang pantang akan menyerah.....

Aku,akan selalu berdo'a pada Tuhan...
Berdo'a dan berusaha tuk meraih mimpi.....
Walau aku terjatuh dan sakit......
Aku berharap mimpi ini akan tercapai.......

CINTA BERSAMA HARAPAN
Oleh Yet's Bayouk

Pagi mentari
ku ucap bersama doa harapan hari ini
semoga langkah ku di ridhai sang Illahi...

Pagi ini adalah milikku
tak perlu bagiku untuk mengenang duka
kemarin adalah masa lalu
terlalu indah jika pagi ini ku caci
mengingat luka kemarin yang kau beri
sekarang aku tak peduli,pada luka berbalut benci

Pagi ini adalah milikku
akan ku sambut bersama salam impian
kemarin,mungkin ku rapuh,tapi bukan berarti harus hancur dan mati
karna terlalu indah jika hidup ini harus di hiasi dengan tangisan
tersenyumlah,dan mimpi itu akan menjadi milik mu,,,
hari ini


SAYAP MIMPI
Oleh Mizan Nursiadi

Mentari ini menyilaukan
berbayang diantara kedua lensa kaca
lensa kaca yang ku letakkan di depan mata
senyum ini ku samakan dengan senyum mentari
mentari di senja, di pinggir kota ini

Kelopak mata menutup dua bola mata ini
tapi tetap sinar mentari mampu menembusnya
ku merasa, ini sakit tapi hangat
rasa ini bergejolak dalam emosi

Kan ku ingat hari ini dengan jelas
lebih jelas dari terangnya sinar senja
hari ini tertanggal delapanbelas di dua bulan akhir tahun
di tahun keramatnya angka tiga belas
kan ku ingat dengan jelas
dunia pernah menertawakan ku
menertawakan mimpi-mimpiku

Namun ku dengar, entah mengapa
seakan Tuhan membisikkan kata-kata ajaibnya padaku
menyuruhku untuk terus bersabar
mengokohkan hati dan pikiran
menyuruhku untuk terus mengeja kata-kata di buku
menyuruhku untuk terus percaya
menyuruhku terus memimpikan
menyuruhku untuk tak lupa menengadah tangan

Kan Ku peluk mimpimu nanti anak muda
tidak sekarang, tapi nanti
saat dunia tidak mempedulikanmu lagi
maka akan Ku berikan padamu
sebongkah emas dari surga
agar dunia tahu kau menggenggam emas

Suatu saat nanti
ntah kapan, kau hanya perlu percaya dan melakukan
Sayap mimpi ini akan mekar dengan sendirinya seiring waktu

Bandung, 18 November 2013
“Untuk Kita Yang Selalu Percaya Akan Kekuatan Mimpi”




ELEGI KORBAN TOPAN HAIYAN
Oleh Syukur Budiardjo

Mata topan membelalak mencari sasaran
seperti petir menari-nari mendekati korban
atau tsunami yang tak berhenti berkeliaran
atau gunung meletus yang menakutkan
atau gempa bumi seketika menghancurkan.

Begitu pula badai topan haiyan di Filipina
menerjang dan meluluhlantakkan segalanya
bangunan bertumbangan rata dengan tanah
manusia bergelimpangan tak tentu arah
semuanya kesakitan dilanda gundah.

Ribuan orang meninggal sia-sia
jerit tangis mengiris mengundang iba 
kelaparan merebak di mana-mana
mereka yang hidup lalu menjarah
agar tak binasa diliput susah.

Alam telah tunjukkan kuasanya.
Barangkali Tuhan benar-benar murka.
Karena manusia lupakan hulum alam
hingga senantiasa berkubang di dunia hitam
terjerumus di lembah yang kelam.

Marilah kita berbenah diri
selalu taati perintah dan larangan Illahi
agar bencana tak lagi menghampiri.
Alam adalah sahabat manusia
bukan musuh yang saling membinasa...







NYAMUK YANG RAJIN
Oleh Miftachur Rosyad

Tepatnya pukul 00:31 mungkin juga lebih
Terbangun aku karena sedih
Padahal seharian aku letih
Tak juga aku banyak bertasbih

Hanya banyak kubermimpi
Meski tanpa tradisi ilusi
Kutak melihat tapi bisa mengerti
Malam ini ada yang terjadi

Ya !!! suara ini................
Bukan...bukan suara hati
Bukan pula syair puisi
Apalagi menanti kekasih hati

Mulai kubuka mata ini
Ada yang lama mengintai
Atas bawah kanan dan kiri
Beberapa ekor nyamuk mulai beraksi

Oooh...mereka menyerangku kini
Ingin kupukul sampai mati !!!
Namun mulai kunikmati gigitan ini
Karena kumengerti mereka rajin sekali
Mereka tak kenal letih...








MENGUSIR MALAS
Oleh Jhon Verry

Hai , malas yang mengungkungku
Kuingin menghancurkanmu
Karena kau telah menelan masaku

Hai, malas yang selalu lekat menyelinggkup tubuhku
Pada tiap sisi ruang dan waktu
Bodohnya aku tak kuasa menepis keangkuhanmu

Meski telah kuupayakan
Tak bertegur sama denganmu
Kau terus saja menggapai-gapai menarikku

Setiap langkah yang terarah melawanmu
Magnet kemalasan pasang kuda-kuda menjeratku
Kurasa kantuk, berkeringat, pusing dan pegal
Menyeretku kepembaringan…..
Melenakanku dalam mimpi kesiangan

Oh…….
Kemalasan enyahlah…..
Aku tak hendak kehabisan…..
Waktu berhargaku...











BERI AKU SEMANGAT ITU LAGI
Oleh Eman Soviyan

Kurasa sudah sampai batasku
Beban ini terasa terlalu berat
Memojokanku dan menghilangkan asa-asa itu

Aku masih ingat dua tahun silam
Tatkala, aku baru memasukinya
Semangat itu terasa menggebu-gebu
Namun kini seakan semua berganti
Otak ini seakan tak mau kompromi

Maafkan aku tuhan
Bukan aku tak mensyukuri karuniamu
Tapi, kurasakan semangat-semangat itu kian memudar

Anda waktu bisa kuputar
Ingin rasanya lari dan kembali ke masa itu
Dan hidup selamanya disana...

Rabu, 04 Desember 2013

Puisi Kangen/Rindu


AKU RINDU
Oleh Susi Riani

Bendera kuning telah terpasang 
Air mata terus mengalir saat kepergianmu 
Keretamu kini telah tiba 
Menjemputmu menuju tempat terakhirmu .

Hari demi hari ku lalui tanpa belaian mu 
Merenung, meratapi nasib untuk hari esok 
Hanya rindu ini yang menyiksa hatiku 
Hanya rindu ini yang selalu datang menghampiri ku 

Setelah ditinggal pergi olehmu 
Rumah ini kosong 
Hanya aku yang menghiasi
Hanya aku yang menutupi

Aku hanya ingin menangis 
Aku hanya ingin bicara 
Aku hanya ingin teriak 
Aku hanya ingin pergi 

Tuhan, 
Aku rindu pertengkaran 
Aku rindu kasih sayang 
Aku rindu keluarga ..









SOENGTY
Oleh Werdyzta Lawu

Ku karangkan satu buah lagu
Tuk menghantarkan lelapku
Bersama misteri mimpi
Wajah dan sapamu

Ku pohonkan do'a
Untuk ikatan tentang kita
Yang tak bisa di paksa berakhir
Meski silam tlah berdebu

Kau telah bertahta di sanubari
Seindah so'engty ciptamu
Mengikat di setiap galauku
Penawar lukaku

Titik nadi tlah kau persembahkan
Mewarnai valentine kelabu
Cukup "maaf" yang kau bisik padaku
Meruntuhkan ketegaran hatiku

Di silirnya angin senja
Ku harumkan cerita kita
Lewat lagu issabella
Yang pernah lelapkanku di pundakmu

Ku titikan air mataku
Pada lirik - lirik cinta
Bersuaralah lagu tentangmu...







GEJOLAK RINDU
Oleh Nila Munasari

Mencekam…
Menggetar ……
Dan Mengancam….
Lapisan rindu seakan tak bisa dibendung lagi
Gejolak dan rasa menyatu dalam kesucian hati….
Hari ini ku merasa sunyi.
Tak ada kabar yang menghampiri….
Wahai pemilik hati…
Akankah kau merasakan apa yang kurasakan?
Apakah kau merindu siapa yang sedang merindukan?
Sadarkah kau apa yang kurasakan?

Wahai pemilik hati..
Akankah rindu ini terus terhalang oleh ruang sepi?
Sadarkah kau ,
Kau telah menyisakan rindu yang menyiksa dihati?
Aku tak tahu apa yang harus kulakukan lagi….
Wahai pemilik hati………
Biar angin membawa lari 
Rindu yang menyiksa kini
Wahai angin yang membawa lari
Hanya satu pintaku
Sampaikan Air mata rindu untuk kekasih yang terhalang ruang dan waktu…….










KANGEN YANG MEMBISIK DI HATI
Oleh Basrul Sani 

Dengan kau menerimaku menjadi kekasihmu
Aku harus siap menghadapi tantangan yang menunggu
Termasuk siap menerima sifatmu
Akan dirimu dikehidupanku

Hari demi hari ku lalui
Menahan rasa kangen yang menusuk dihatuku
Bisik demi bisik aku dengar didalam hati
Tak ada kau disampingku membuatku khawatir akan dirimu

Dikala diamku...
Kuteringat akan wajahmu...
Canda tawamu...
Dan sifatmu yang pemalu...
















ANAK YANG BERBAKTI
Oleh Tari Amelia

Satu Tahun tak berjumpa
Melepas rindu di rumah
dengan pelukan nan hangat
dengan usapan tanganya 
yang membelai kepalaku
degan lembut ia berkata
aku sayang bunda

Di depan teras rumah
ku lepas tas gendongku
ku lihat lelaki gagah nan perkasa
yang menjadi tulang bungkuk keluargaku
sambil memegang cangkir kopi nan hangat
sambil tetes air mata yang jatuh
ku peluk dia dengan erat
walau kopi membasahi mukaku
aku tak menghiraukanya

Kulihat rumahku yang kurindukan
aku ingin berbakti
kepada orang tuaku
aku ingin membersihkan rumahku
semoga aku tidak termaksuk anak yang tak patuh pada.......
Ayah'' dan Bunda''..









RINDUKU
Oleh Rifa Xlalue

Aku melihatmu dari jauh
Meski fakta tak memnentukan
Kau hadir dengan alunan suaramu
Lewat telepon genggam rumahku

Sekejap kau berucap 
Lalau pergi menghilang
Suaramu di bawa arus jauh disana

Hingga aku tak mampu 
Hujan deras membasahi pipiku
Menghantarkan kedalaman pedih yang kurasa

Gelap sudah gelap sudah
Tapi aku tetap
Merantau jauh hanya untukmu..














RINDUKU
Oleh Wulan Isnaeni Deaniti

Dimana jejak kaki mu ?
Aku rindu akan candanya 
Aku rindu akan senyumnya
Aku rindu akan tatapan matanya

Ketika awal bertemu dengannya
Aku tak tau dia siapa
Namun dia memanggil namaku
Dengan senyumannya yang meluluhkan hatiku

Namun kini dia tak kunjung datang
Padahal disini aku menunggunya
Aku menanti kehadiran cintanya
Karena aku mencintainya

Kini mungkin tinggalah bayanganmu
Kini mungkin hanyalah kenangan
Kini mungkin hanya bisa mengenangnya
Kini mungkin hanya bisa merindu

Tuhan ... Aku rindu padanya
Ku ingin melihat senyumannya
sebelum aku menutup mata
untuk yang terakhir kalinya...









MENGERTILAH RINDUKU
Oleh Desy Serliana

Sapaan malam pancarkan kesunyian
dalam sepi ku berangan
Luapkan rasa yang tak terbendung
di sela-sela hati yang rapuh

Kurangkai melodi dalam nyanyian
sirnakan sepi yang membelenggu
Sesaat ku ingin melupakanmu
tapi dirimu tak dapat berlalu dalam ingatanku

Kini ku tahu,
terlalu dalam rasaku ini
Sayang,
mengertilah,aku merindukanmu....
















ANTARA RINDU DAN CEMBURU
Oleh Yet's Bayouk

Kepada dia yang disana
ku titip selembar rindu usang beraroma mawar
ku kirim lewat bahasa angin malam
rindu yang menggumpal bersama sunyi yang kelam

Rinduku kini telah memekar
menebar aroma tapi tanpa warna
rindu ku beradu
tersimpul dalam kata rindu dan cemburu
apa maknanya? 
cemburu dan rindu cukup membelenggu
bagai kertas putih di hinggapi debu

Pahamilah....
rindu ini hanya untukmu
jangan buat ku bertanya lagi tentang cinta
karna dalam dirimu ketemukan semua jawabnya
tapi satu yang tak mampu ku mengerti
mengapa antara rindu itu ada cemburu,,,
entahlah...aku tak mengerti
tapi satu pintaku
jangan biarkan keyakinan ku terkikis oleh cemburu berasama rindu
karna ku tahu hanya engkau yang mampu pahami itu...










KEMBALILAH
Oleh Vina Kristina

Termenung dalam keheningan
melayang dalam pikiran
terdiam dalam kesepian
sampai dingin menusuk tulang

Diriku terus memandang
jendela luas di depan mata
berharap kau datang kembali
dalam hidupku

Inginku hanya satu
kembalilah padaku
tak tau kah engkau
bahwa aku menantimu

Bintang,katakan padanya
bahwa disini 
ada sebagian hidupnya
yang menantinya
di ujung jalan sepi ini

Kembalilah...kembalilah...











MERINDUKAN KENANGAN 
Oleh Hanna Cristina

Meski dirimu kini bukan milikku
Walau ragamu telah bersama dia
Hatiku masih menyimpan namamu
Meski kau menggangap ku tak ada..

Sekian lama kau meninggalkan ku
Sungguh menyiksa diriku
Merindukan mu adalah hal
Yang ingin ku miliki..

Aku merindukan kenangan dulu
Merindukan saat-saat kau bersamaku
Bersenandung cinta kita penuh indah
Di sambut dengan alunan-alunan musik..

Biarlah ku lepas kau dengan dia
Kebahagiaan mu lebih penting bagiku
Walau sudah banyak sandiwara mu
Bawalah dia pergi dengan cinta mu...












SURAT PUTIH
Oleh Imaf Hanida

Suratku putih hampa, senyap merayap
Kini kusinari dengan rinai-rinai warna harmoni
Suratku mengikat bayangan suara hatiku
Yang tersinari ingatan akan dirinya

Kuukir tinta dan cinta di surat putih
Seberantak kata menyusun bait cinta
Tinta yang kutuangkan menyalin semilir cinta
Separuh diriku mengalir dalam penaku

Surat putih berikan ruang padaku
Tuk menangkap gemetar rindu
bagai gelas yang kuisi dengan haru

Suratku mengisahkan rasaku pada dia
Tercium semerbak wangi sukma
Saat namanya kuukir di lembar suratku

Surat putiku untuk dia
Kan kuterbangkan dengan lgau cinta
Dan pelangi iringi suratku
Menuju sudut lain di dunia
Tempat cintaku berlabuh dan tertambat

Surat putihku rebah di pangkuannya
Ku tatap dari sini, senyumnya menyapa suratku
Dia bacakan aliran rasaku pada dia
Serasa embun surga menyelimuti dia
Riang harinya saat suratku dipeluknya
Tersipu malu meronai wajahnya

Dia tuliskan jawaban cinta untukku
Yang menanti di sini
Berjuta harap beriak di hatiku
Menanti surat putih dari dia
Menanti..........




BINTANG KERINDUAN
Oleh Honeygeulis

Lihat,,,lihat keluar dan lihatlah keatas langit
Malam ini begitu banyak,,,
Bertaburan bintang dilangit
Ada satu bintang yang tampak jelas

Ya,,,sangat jelas terlihat
Diantara bintang yang lain
Begitu indah terlihat,,,
Ingin rasanya kuraih dan ku gapai

Ya,,,kugapai bintang itu
Sama seperti ingin ku gapai
Dan ku raih hatimu
Namun ku tak mampu..

Eemm,,,ku hanya bisa menikmati
Malam ini, bersama bintang,,,
Dan bayang wajahmu saja
Juga kerinduan ku saat ini...